Kali ini dan seterusnya gue nggak make konnichiwa lagi. Cinta bahasa sendiri...
Di postingan ketiha ini gue bakal bahas tentang danau maninjau..
postingan pertama tentang perkenalan
postingan kedua tentang smp gue
postingan ketiga tentang danau maninjau
Peraturan atau poin penting buat postingan ketiga ini sebagai berikut :
1. pesona wisata di sekitar danau maninjau
2. masa depan danau maninjau dan dampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar danau maninjau
3. gagasan Kalian tentang bagaimana seharusnya tindakan yang tepat dalam menyelamatkan danau maninjau.
POSTINGAN KETIGA BERJUMLAH 1.000 (seribu) kata
ok.. gue mulai dan selamat membaca..
DANAU MANINJAU
Danau ini terletak di sumatra barat kabupaten agam kecamatan tanjung raya. Danau ini sudah dijadikan pembangkit listrik tenaga air.
Danau Maninjau merupakan sebuah danau vulkanik yang berada tepat di jantung Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Terletak di ketinggian kurang lebih 460 meter diatas permukaan laut, danau ini membentang seluas 100 km persegi dengan kedalaman rata-rata 105 meter. Dengan luasnya tersebut, Maninjau menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia. "info goggle"
Menurut sejarahnya, danau ini terbentuk akibat erupsi vulkanik dari Gunung Sitinjau yang terjadi kurang lebih 52.000 tahun yang lalu. Kaldera yang terbentuk sedemikian luas kemudian berkembang menjadi sebuah danau. Hal ini sama seperti yang terjadi pada Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Batur di Bali.
Danau ini mempunyai sebuah legenda asal muasal danau ini. Legenda ini dikenal orang sebagai 'Bujang Sembilan', yang menceritakan kisah 10 bersaudara kakak beradik yang terdiri dari 9 orang bujang dan seorang gadis.
Alkisah sang gadis menjalin kasih dengan pemuda bernama Sigiran, tetapi kisah cinta berujung dengan munculnya fitnah dari kesembilan bujang. Para bujang ini menuduh hubungan yang terjadi antara keduanya telah melampaui batas norma masyarakat.
Dengan tuduhan yang dilontarkan oleh kesembilan saudaranya, sang gadis beserta kekasihnya kemudian bersumpah. Keduanya akan melompat ke kawah Gunung Tinjau (Sitinjau) untuk membuktikan kesucian diri mereka.
Sebelum melompat, mereka berkata dengan lantang, jika mereka bersalah maka gunung tersebut tidak akan meletus, tetapi jika mereka berdua tidak bersalah maka gunung tersebut akan meletus. Kisah ini pun berakhir dengan meletusnya Gunung Sitinjau sehingga membuktikan keduanya tidak bersalah. Gitu ceritanya..
Daya tarik Danau Maninjau terletak pada keindahan panorama alamnya yang bisa dilihat dari kejauhan. Karenanya, tidak lengkap jika membahas Danau Maninjau tanpa membahas spot ideal untuk menikmatinya. Terutama bagi para pecinta fotografi pastinya tidak ingin melewatkan keindahan tersebut tanpa mengabadikannya.
Spot terbaik untuk mengamati Danau Maninjau adalah dari tengah kawasan yang disebut kelok 44, yaitu dari sekitar kelok 23 hingga kelok 30. Di sekitar area inilah pemandangan bentangan danau yang dihiasi hamparan sawah nan subur terlihat sangat indah dan dapat memberikan ketenangan hati bagi mereka yang menyaksikannya. Tapi dari sekeliling tepian danau maninjau juga masih bisa melihat matahari terbenam disini , wkwk
Itulah sejarah dan pesona danau maninjau.. Next lanjut ke masa depan danau ini.
Masa depan danau ini bisa dikatakan suram, walaupun tidak sesuram masa depan gue, tapi tetap aja suram. karna endapan materi-materi rumah tangga ataupun bisa dibilang endapan pelet pakan ikan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pakan ikan dan timbunan limbah rumah tangga yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. gituh katanya
Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, masyarakat sekitar sini menyebutnya tubo. sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut mengakibatkan ikan akan mati. Dan pastinya mengakibatkan kerugian yang teramat besar bagi para petani keramba yang kebanyakan menggantungkan hidupnya dari berkeramba ini.
"Ini disebabkan pembudidaya ikan terlalu banyak memasukan pakan ikan dan sisa pakan ikan di dasar danau sekitar 50 juta meter kubik. Apabila tidak diatasi secepatnya, maka kondisi air menjadi hypereutrofik atau sangat subur mengakibatkan ikan dan biota lain akan mati," katanya.
Tapi sebenarnya yang banyak berkeramba di danau ini bukannya masyarakat asli sini. tetapi pengusaha dari luar kota yang berkeramba besar-besaran disini.
Untuk mengatasi ini, Pemkab Agam akan melakukan perbaikan kawasan resapan air, pengaturan pintu air, menghentikan penambahan keramba jaring apung, mengurangi keramba jaring apung. Saat ini juga ada lembaga-lembaga yang akan menyelesaikan masalah ini. salah satunya KSDM Komunitas Salingka Danau Maninjau. Yang bertujuan akan menyelesaikan permasalahan ini, katanya..
Tindakan yang seharusnya dilakukan menurut saya yaitu.
Mengurangi keramba dan melakukan ataupun membuat peraturan yang bukannya melarang masyarakat untuk berkaramba, tetapi menertibkan masyarakat yang berkeramba, sehingga polusi endapan limbah dapat diatasi dengan lebih bijaksana dan lebih mudah lagi. Dan bukannya akan dilaksanakan pengerukan limbah danau tersebut? Dan jika memang tidak bisa dilaksanakan agar masyarakat tetap berkeramba, maka alihkanlah pekerjaan masyarakat dari laut ke darat. karna sewajarnya masyarakat sendiri tidak akan bisa langsung dipaksa berhenti berkeramba dan dipaksa mencari pekerjaan yang baru di darat. peran pemerintah untuk membimbinglah yang sangat diperlukan dalam hal ini. Buat pemerintah cobalah melaksanakan dan menertibkan danau dan perkerambaan dengan membuat masyarakatnya tetap sejahtera. bukannya dengan memaksa melestarikan danau tapi masyarakatnya jadi sengsara.
Memang berbicara itu mudah. Dan melaksanakan sekaligus bertindak itu adalah hal yang sulit. Jadi buat pemerintah agam semangatlah dan jangan bersikap yang seharusnya tidak disukai oleh warga itu sendiri. karna apalah arti keindahan jika yang timbul kesengsaraan dan kebencian dari masyarakatnya sendiri.
nih beberapa info yang didapat dari google dan sumber yang lebih tau dari gue tentunya.
Dikatakannya, dana sebesar Rp2 miliar ini akan digunakan untuk membeli empat perahu untuk membersihkan enceng gondok, pembelian alat pengolahan enceng gondok menjadi pupuk, pelatihan.
Selain itu juga diberikan bibit cangkeh 25 ribu batang dan menyerahkan bibit tanaman produktif sebanyak 17 ribu batang.
Bupati Agam Indra Catri, mengatakan, permasalahan Maninjau harus dipersamakan. Pemerintah juga sudah melakukan penyusunan langkah strategia dalam menyelamatkan Danau Maninjau.
Sebelumnya, peninjauan ke Danau Maninjau dilakukan oleh Dirjen KLHK Hilman didampingi oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, serta Kepala SOPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Setelah meninjau danau, Dirjen KLHK melakukan pertemuan dengan Bupati Agam Indra Catri di Aula Bupati Agam Lubuk Basung.
"Idealnya jumlah keramba jaring apung di Danau Maninjau hanya
1.000 jaring, namun beberapa waktu terkahir mencapai 17.000 jaring,"
katanya di Padang, Senin.
Guru besar
Konsernvasi Tanah dan Air Unand ini menjelaskan butuh keberanian kepala
daerah kabupaten dan provinsi untuk menegakkan aturan dan keberanian
untuk membatasi jumlah keramba jaring apung tersebut.
Jika keramba jaring apung tidak dibatasi, katanya maka endapan
lumpur yang sudah bertahun-tahun menumpuk akan terus merusak dan
mencemari Danau Maninjau.
"Berdasarkan data
yang dihimpun saat ini diperkirakan sekitar 1.267.875 kilogram atau
95,34 persen beban pencemaran Danau Maninjau akibat budi daya ikan
keramba jaring apung," ujar dia.
Ia
menyebutkan kepala daerah hendaknya mengacu pada peraturan daerah
tentang pemanfaatan sumber daya alam dan kebijakan untuk menyelesaikan
pencemaran Danau Maninjau.
Selain
pencemaran akibat keramba jaring apung itu, lanjutnya, limbah rumah
tangga juga menjadi penyebab lain dari kerusakan Danau Maninjau.
Untuk itu pemerintah selanjutnya harus mengupayakan agar limbah rumah tangga diolah dulu sebelum masuk ke danau.
"Namun harus optimistis kondisi air danau akan kembali pulih apabila
ada kemauan dari pemerintah setempat dan masyarakat untuk mengurangi
jumlah keramba, tidak memasukan limbah rumah tangga ke danau dan
lainnya," katanya.
Sebelumnya Pemerintah
Kabupaten Agam melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD)
untuk menyelamatkan Danau Maninjau dari pecemaran limbah rumah tangga
dan keramba jaring apung.
"Semua OPD ini
mempunyai peran dan program dalam menyelamatkan Danau Maninjau dari
pencemaran limbah rumah tangga dan keramba jaring apung dari 2016 sampai
2021," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam, Yulnasri.
Ia menjelaskan instansi yang terlibat itu seperti Dinas Lingkungan
Hidup akan melakukan gotong royong membersihkan limbah rumah tangga,
enceng gondok di Danau Maninjau, pengerukan lumpur atau sisa pakan ikan,
sosialisasi, penguatan regulasi, menyediakan pohon untuk ditanam
sekitar danau, dan menanam pohon sekitar danau
.
.
.
.
.
Itu sih yang bisa saya katakan dan sampaikan tentang danau maninjau ini. Selebihnya untuk penyelesaian permasalahan ini yah pastinya diserahkan ke pemerintah donk.. Jadi buat pemerintah Semangat!! Tetap jujur!! Dan jangan bosan bertindak guna kepentingan masyarakat...
sekian postingan ketiga dari saya..
Wa'alaikumussalam W.R W.B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar